Rabu, 28 September 2016

KONSERVASI ANGGREK HITAM
PENDAHULUAN
Sebagai saintis muda, kita tentu perlu melestarikan keanekaragaman hayati. Salah satu tumbuhan langka yang akan dibahas pada essai ini adalah bunga anggrek hitam. Bunga anggrek hitam atau Coelogyne pandurata merupakan suatu spesies anggrek yang tumbuh di daerah tertentu di Pulau Kalimantan, Indonesia. Selain itu anggrek hitam juga dapat ditemukan di Sumatra dan Filipina. Anggrek hitam menjadi maskot flora di Provinsi Kalimantan Timur. Hal itu karena keindahan dan keunikan anggrek hitam. Tumbuhan anggrek hitam hidup bergerombol atau berkumpul membentuk rumpun. Bagian pangkal dari tumbuhan anggrek hitam memiliki umbi yang berbentuk bulat telur dan agak pipih, dengan dua helai daun berbentuk elips yang menjulang ke atas. Pada umumnya orang-orang akan mengira bahwa bunga anggrek hitam berwarna hitam secara keseluruhan. Akan tetapi, pada kenyataannya tidaklah demikian. Tidak seluruh bagian dari tumbuhan anggrek hitam ini berwarna hitam. Bunga anggrek hitam berbentuk tangkai dengan jumlah kuntum bunga antara 5-10 kuntum per tangkai. Warna bunga anggrek hitam didominasi oleh warna hijau agak kekuningan pada bagian kelopak dan mahkota dan bagian bibir bunga anggrek hitam berwarna hitam namun pada bagian dalamnya terdapat bintik-bintik warna hitam dengan kombinasi garis-garis hitam.
Bunga anggrek hitam memiliki taksonomi sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi               : Spermatophyta
Subdivisi         : Angiospermae
Kelas               : Monocotyledonae
Ordo                : Orchidales
Famili              : Orchidaceae
Genus              : Coelogyne
Spesies            : Coelogyne pandurata Lindl.
KONSERVASI
Status konservasi tumbuhan anggrek hitam dalam dokumen CITES dimasukkan dalam stadium appendix I. Stadium appendix I berarti tumbuhan anggrek hitam ini dilindungi secara ketat dari segala aktivitas perdagangan tumbuhan ini termasuk perdagangan internasional. Konservasi memiliki 3 aspek. Ketiga aspek tersebut adalah aspek perlindungan proses ekologi , aspek pengawetan keragaman jenis, dan aspek pelestarian pengawetan.
Konservasi mahkluk hidup terbagi menjadi 2 jenis, yaitu konservasi ex situ, yakni upaya perlindungan, pemanfaatan dan pelestarian spesies di luar habitat aslinya berdasarkan prinsip-prinsip kelestarian serta konservasi In situ , yakni upaya perlindungan, pemanfaatan dan pelestarian spesies mahkluk hidup di dalam habitat aslinya berdasarkan prinsip-prinsip kelestarian
Kersik Luway atau Padang Luway telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Kawasan Cagar Alam dengan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor 792/Kpts/Um/10/1982 pada tanggal 29 Oktober 1982. Surat Keputusan Menteri Pertanian tersebut tentang Pengukuhan Perluasan Cagar Alam Padang Luway dari yang semula luasnya 1.000 Hektar menjadi seluas 5.000 Hektar. Pengelolaannya berada di Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur. Tumbuhan anggrek hitam sangat mudah ditemukan di kawasan Cagar Alam Padang Luway, dimana tempat tersebut memang merupakan habitat asli jenis tumbuhan tersebut. Sebagai tumbuhan yang bersifat epifit, anggrek hitam hidup menempel pada batang kayu atau pohon, dan beberapa diantara jenis anggrek hitam tumbuh di lantai hutan pada batang kayu yang telah rebah. Keindahan bunga anggrek hitam bisa dinikmati saat musim berbunga tiba. Musim berbunga untuk tumbuhan anggrek hitam biasanya terjadi pada akhir tahun, tepatnya diantara bulan Oktober sampai bulan Desember. Terdapat ratusan kuntum bunga yang bisa ditemukan selama musim bunga di Kersik Luway atau Padang Luway, cagar alam di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Pada saat ini, habitat asli tumbuhan anggrek hitam sudah mengalami penurunan jumlah yang sangat drastis karena semakin menyusutnya luas hutan di Pulau Kalimantan. Akan tetapi, tumbuhan anggrek hitam masih dapat kita jumpai di Cagar Alam Kersik Luway atau Padang Luway dalam jumlah yang sedikit.
LANGKANYA ANGGREK HITAM
Seiring dengan berjalannya waktu, populasi tumbuhan anggrek hitam di Cagar Alam Padang Luway kini semakin terancam punah. Populasi tumbuhan anggrek hitam di alam terus menurun jumlahnya. Mengapa bisa terjadi hal demikian? Ternyata, terjadinya kebakaran hutan yang terjadi hampir sepanjang tahun adalah suatu ancaman yang sangat serius dan mengancam akan keberadaan populasi tumbuhan anggrek hitam. Kebakaran hutan dahsyat beberapa tahun lalu sempat memporakporandakan kawasan Cagar Alam ini dan sekarang menyisakan lahan kosong yang telah ditumbuhi semak belukar. Populasi tumbuhan anggrek hitam di kawasan Cagar Alam Padang Luway pada saat ini hanya tersisa sedikit di Kersik Luway. Sisanya berupa semak belukar, padang ilalang, areal terbuka dan perkebunan karet milik masyarakat setempat. Kegiatan masyarakat setempat juga memberikan dampak negatif pada kawasan ini. Pada kawasan Cagar Alam dapat dijumpai perkebunan karet milik masyarakat. Memang sungguh mengkhawatirkan bila kita melihat kenyataan bahwa kawasan yang seharusnya dijaga keasliannya ternyata digunakan sebagai tempat bercocok tanam. Selain itu , dapat ditemukan pula pemukiman penduduk di wilayah Cagar Alam Padang Luway.
WWF atau World Wild Life Indonesia bekerja sama dengan pemerintah setempat, organisasi , serta masyarakat lokal untuk melestarikan tumbuhan anggrek hitam di habitat aslinya. Anggrek Hitam adalah salah satu jenis anggrek yang terancam punah di habitat aslinya dan dilindungi di Indonesia. World Wild Life juga mendukung kerjasama lintas sektor dan lintas program dalam pengelolaan kawasan konservasi anggrek hitam yang berkelanjutan di habitat aslinya khususnya di Cagar Alam Kersik Luway, Kabupaten, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Untuk ke depan, WWF Indonesia Program Kutai Barat akan berkerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kutai Barat serta pihak terkait untuk pengelolaan species anggrek lokal yang terancam punah dan deliniasi batas kawasan anggrek yang tersebar di beberapa kecamatan di Kutai Barat. Kegiatan ini akan masuk dalam rencana pengelolaan kawasan ekowisata di Kutai Barat.
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN SEBAGAI SAINTIS MUDA?

Pada saat ini, yang dapat kita lakukan sebagai saintis muda untuk melestarikan anggrek hitam dan tanaman langka lainnya yaitu dengan tidak memperjualbelikannya. Selain itu, kita tidak sepantasnya merusak tanaman tersebut. Kita harus menyayangi alam. Bukan hanya tumbuha, tapi juga hewan yang harus kita lestarikan, terutama hewan langka yang terancam punah. Pada saat ini memang sangat banyak spesies tumbuhan dan hewan yang terancam punah dan populasinya berkurang drastis. Untuk generasi muda, semoga dapat menjadi seseorang yang berpengaruh dalam pelestarian flora dan fauna langka.
Sumber:
http://awsassets.wwf.or.id/downloads/anggrek_hitam.pdf
diakses pada 12 Agustus 2016 pukul 20.00
http://bio.unsoed.ac.id/sites/default/files/Konservasi%20Anggrek-_0.pdf
diakses pada 12 Agustus 2016 pukul 20.05


Tidak ada komentar:

Posting Komentar